Simpati vs Kasihan

Simpati, empati, kasih sayang, belas kasihan, dll. Adalah beberapa kata bahasa Inggris yang memiliki arti yang sama. Banyak orang tetap bingung antara simpati dan belas kasihan, sering menggunakan satu ketika mereka berarti yang lain. Anda mengasihani kondisi seseorang ketika Anda merasa kasihan padanya, tetapi Anda juga bersimpati dengannya sehingga Anda sulit memutuskan kata yang tepat untuk Anda. Artikel ini melihat lebih dekat pada simpati dan kasihan untuk menyoroti perbedaan mereka dan untuk memungkinkan Anda menggunakan kata yang tepat dalam konteks tertentu.

Simpati

Simpati adalah emosi manusia yang sangat umum yang dirasakan seseorang untuk manusia lain. Ini adalah emosi yang membuat seseorang tahu bahwa Anda ada di sana bersamanya dan berbagi perasaannya. Misalnya, jika seseorang mengalami masa-masa sulit, Anda dapat bersimpati dengannya dan membiarkannya tahu bagaimana Anda memahami kesedihan, kesedihan, atau kesusahannya. Ketika seseorang meninggal dan Anda berada di sana bersama keluarga almarhum, Anda menawarkan simpati Anda untuk memberi tahu mereka bahwa Anda ada di sana pada saat mereka sedih dan sedih.

Kasihan

Kasihan adalah kata yang menunjukkan perasaan sedih bagi orang lain, terutama ketika mereka kesulitan melewati kesusahan atau rasa sakit. Kasihan memiliki konotasi yang sedikit negatif karena dapat merujuk pada perasaan merendahkan. Jika Anda melihat orang cacat, Anda merasa kasihan, dan Anda mulai merasa kasihan padanya. Ada juga saat-saat ketika Anda tersentuh oleh kemalangan seseorang dan mulai mengasihani dia karena kondisinya yang buruk.

Apa perbedaan antara Simpati dan Kasihan?

• Anda merasa buruk atau menyesal ketika Anda mengasihani seseorang sementara perasaan-perasaan ini mungkin tidak ada dalam simpati.

• Simpati dapat berarti berhubungan dengan seseorang ketika dia melewati fase atau waktu yang sulit. Memberitahu dia bahwa Anda ikut merasakan kesedihan atau kesedihannya.

• Kasihan dapat memiliki konotasi yang sedikit negatif, sedangkan simpati adalah berbagi perasaan.

• Anda dipenuhi dengan iba ketika melihat orang cacat, tetapi Anda memberikan simpati ketika Anda mengunjungi keluarga yang menderita karena kematian atau kehilangan seseorang yang dekat.

• Dalam iba, Anda merasa menyesal tetapi, dalam simpati, Anda memahami perasaannya.