Serikat Sipil dan Perkawinan Gay

Tidak seperti pernikahan gay, ada banyak kebingungan tentang arti sebenarnya dari persatuan sipil. Situasi tidak akan membaik jika beberapa politisi mengklaim mendukung serikat sipil dan menentang yang lain. Pernikahan adalah status hukum yang diakui oleh hampir semua pemerintah di dunia. Seperti halnya hak dan perlindungan, ia juga memiliki kewajiban timbal balik. Pernikahan lebih dari total elemen hukumnya. Secara budaya itu adalah sebuah institusi. Pernikahan itu sendiri merupakan dasar penting untuk cinta dan kepercayaan timbal balik antara kedua pasangan dan komitmen yang diberikan oleh masing-masing pasangan.

Serikat sipil hanya didefinisikan sebagai status hukum yang menyediakan perlindungan hukum bagi pasangan di tingkat negara bagian. Itu tidak memberikan perlindungan federal lainnya, status tinggi, kekuasaan dan keamanan, seperti status pernikahan. Negara bagian Vermont membentuk masyarakat sipil pertama di Amerika Serikat pada tahun 2000. Beberapa negara bagian lain, seperti Oregon dan New Jersey, telah mengajukan tuntutan hukum.

Ada banyak perbedaan antara serikat sipil dan pernikahan gay, karena pernikahan gay diperlakukan seperti badan resmi dua orang dewasa lainnya. Ini harus menjadi dokumen yang mengikat secara hukum yang menyediakan banyak perlindungan yang tidak dimiliki masyarakat sipil. Sebagai contoh, layanan medis biasanya diberikan kepada orang yang sudah menikah, meskipun masing-masing perusahaan berafiliasi dengan serikat sipil, kecuali untuk negara-negara seperti Vermont, di mana anggota serikat sipil memiliki hak istimewa, kewajiban, dan perlindungan yang sama dengan mereka yang menikah. Dapat dikatakan bahwa asosiasi sipil memiliki kewajiban yang lebih sedikit pada saat perceraian, karena tidak perlu untuk mengajukan perceraian. Ini juga dapat menyebabkan konflik karena hukum tidak dapat dibatalkan.

Perlu dicatat bahwa dalam komunitas gay, perbedaan antara serikat sipil dan pernikahan gay sering dianggap sebagai masalah semantik. Ini dilihat sebagai cara untuk mengubah stigma dan isolasi menjadi hubungan yang sudah tidak menyenangkan antara individu sesama jenis.

Kesimpulan 1. Pernikahan sesama jenis adalah persatuan formal di mana orang-orang legal dari jenis kelamin yang sama dilegalkan, dan persatuan sipil adalah persatuan tidak resmi. 2. Pernikahan gay mengandung dokumen hukum, tetapi tidak dalam masyarakat sipil. 3. Pasangan menikah gay harus mengajukan cerai selama perceraian (yang merupakan kewajiban hukum), dan serikat sipil tidak boleh bercerai selama perceraian (jadi tidak ada kewajiban hukum).

Referensi